Pertolongan Pertama Mengatasi Sesak Nafas Karena Asma

Pertolongan Pertama Mengatasi Sesak Nafas Karena Asma – Kebanyakan orang, mungkin juga termasuk kamu pernah mengalami sesak nafas. Entah itu setelah melakukan olahraga intens atau ketika mengalami efek sinus. Namun sesak nafas juga dapat menjadi salah satu gejala utama asma. Bila mengidap asma, paru-paru lebih rentan mengalami iritasi yang kemudian menyebabkan sesak nafas. Itulah kenapa pengidap asma lebih sering mengalami kesulitan bernapas daripada orang yang tidak memiliki asma. Mengalami sesak nafas saat asma kambuh tentu tidak nyaman bahkan menganggu kamu dalam kegiatan sehari-hari. Namun jangan panik, ketahui penanganan pertama yang bisa di lakukan.

Sesak nafas adalah gejala yang sering terjadi saat mengalami asma. Gejala tersebut terjadi ketika saluran udara paru-paru meradang dan tersumbat. Sehingga paru-paru sulit untuk mengambil udara dengan sepenuhnya. Namun sesak nafas saat asma biasanya juga di sertai oleh beberapa gejala tambahan, seperti batuk, mengi dan nyeri dada. Pengobatan utama yang biasanya di gunakan untuk mengatasi sesak nafas adaalh inhaler.

Faktor pemicunya terjadi serangan asma berbeda pada setiap orang. Hal-hal yang dapat memicu munculnya gejala asma dapat berupa debu, asap rokok, bulu hewan, kelelahan, stres atau efek samping obat. Walaupun tidak dapat di sembuhkan, kemunculan gejala penyakit asma setidaknya bisa di antisipasi dan di cegah. Dengan pengobatan yang repat, gejala asma dapat di kendalikan sehingga tidak menganggu kehidupan penderitanya.

1. Buang Nafas dengan Bibir Mengerucut

Selain inhaler, membuang nafas dengan bibir mengerucut juga bisa kamu lakukan untuk mengatasi sesak nafas saat asma kambuh. Cara ini membantu memperlambat laju pernapasan, sehingga kamu bisa bernapas dengan lebih dalam dan eefktif. Cara ini juga membantu melepaskan udara yang terperangkap di paru-paru.

Dengan cara :

  • Rilekskan otot leher dan bahu kamu
  • Tarik napas perlahan melalui hidung selama dua hitungan dengan tetap menutup mulut
  • Kerucutkan bibir kamu seperti ingin bersiul
  • Kemudian hembuskan nafas secara perlahan dan lembut melalui bibir yang mengerucut ke dalam empat hitungan

Baca Juga : Badan Sakit Ketika Tidur Terlalu Jangan Anggap Remeh Hal Ini

2. Duduk ke Depan

Penanganan pertama lainnya yang bisa di lakukan saat mengalami sesak nafas karena asma adalah duduk dengan mencondongkan tubuh ke depan. Dengan cara duduk di kursi dengan kaki menginjak lantai, lalu condongkan tubuh sedikit ke depan. Letakkan siku di atas lutut dengan lembut atau pegang dagu dengan tangan. Ingat untuk menjaga otot leher dan bahu tetap rileks.

3. Pernapasan Diafragma

Cara ini juga bisa membantu mengatasi sesak napas saat asma. Cara untuk mencoba gaya pernapasan ini dengan cara :

  • Duduklah di kursi dengan lutut di tekuk dan bahu, kepala dan leher yang rileks
  • Letakkan tangan di perut
  • Tarik napas secara perlahan melalui hidung. Kamu akan merasakan perut bergerak dengan tangan
  • Saat mengeluarkan nafas, kencangkan otot kamu dan merasakan perut akan jatuh ke dalam. Kamu menghembuskan nafas melalui mulut dengan mengerucutkan bibir
  • Fokuskan pada mengeluarkan nafas daripada mengambil. Terus hembuskan nafas lebih lama dari biasanya sebelum menghirup kembali secara perlahan
  • Ulangi selama sekitar 5 menit

4. Cara Menggunakan Inhaler

  • Untuk menggunkan inhaler, lepaskan tutupnya kemudian kocok dan sambungkan inhaler ke spacer serta pasangkan mouthpiece pada spacer
  • Setelah itu tempelkan mouthpiece pada mulut penderita dan usahakan agar mulut penderita menutupi seluruh ujung mouthpiece
  • Ketika penderita mengambil napas perlahan-lahan, tekan inhaler satu kali. Minta dia agar tetap mengambil nafas pelan-pelan dan sedalam mungkin, kemudian tahan nafas selama 10 detik
  • Semprotkan inhaler sebanyak empat kali dengan jarak waktu sekitar 1 menit tiap kali semprotan

Pertolongan Pertama Ketika di Gigit Ular, Jangan Panik!

Pertolongan Pertama Ketika di Gigit Ular, Jangan Panik! – Gigitan ular adalah kondisi darurat medis karena dapat menyebabkan syok dan kematian, penanganan yang cepat dan tepat dari gigitan ular dapat menurunkan angka kematiang hingga lebih 90 persen. Luka akibat gigitan ular bisa berasal dari ular berbisa atau tidak berbisa. Terdapat lebih dari 2000 spesies ular didunia, tetapi hanya sekitar 200 spesies ular yang berbisa. Saat di gigit ular bisa ular akan menyebar melalui kelenjar getah bening hingga menyebabkan gangguan sistemik pada berbagai bagian tubuh.

Kebanyakan gigitan ular yang tidak berbisa sebenarnya tidak berbahaya kecuali jika bekas luka gigitan terasa panas dan membengkak dalam waktu 5-15 menit setelah di gigit. Jika kamu di gigit ular atau menemukan korban yang mengalami gigitan ular berbisa, segera cari pertolongan medis atau menghubungi nomor darurat. Pertolongan pertama setelah di gigit ular berbisa adalah dengan mencegah penyebaran bisa ular agar tidak meluas. Selama menunggu bantuan medis, berikut beberapa pertolongan pertama yang bisa kamu lakukan dan hindari.

Pertolongan Pertama Pada Gigitan Ular

1. Istirahat dan Minimalisasi Gerakan

Setelah terkena gigitan ular, cobalah untuk tenang dan segera mencari tempat yang aman untuk beristirahat. Usahakan tidak banyak bergerak untuk meminimalisasi laju penyebaran bisa semakin cepat.

2. Posisikan area gigitan lebih rendah

Saat kamu beristirahat, posisikan area ggiitan ular lebih rendah dari posisi jantung agar bisa tidak cepat menyebar ke area tubuh lainnya.

3. Longgarkan Pakaian

Hindari tekanan pada area sekitar gigitan, misalnya akibat penggunaan jam tangan atau gelang agar tidak memperparah kondisi bengkak. Hindari juga langsung memasang torniket untuk menahan aliran darah. Pemasangan torniket bisa di berikan di bawah 30 menit pertama apabila timbul gejala cepat dan tidak ada antivenom atau antibisa

4. Bersihkan Luka Gigitan

Bersihkan luka gigitan dengan air dan sabun untuk mencegah infeksi di kulit. Namun, hindari membersihkannya dengan menggunakan alkohol. Kamu juga sebaiknya tidak menggosok bagian gigitan dengan zat kimia maupun mengompres dengan kain atau perban kering yang bersih. Bila perlu tandai bagian yang bengkak dan catat wakty saat mendapat gigitan.

Baca Juga : 5 Fakta Menarik Lumba-Lumba Hidung Botol Hewan Cerdas Dan Ramah

5. Hindari Menyedot Bisa

Hindari menyedot bisa ular atau menyayat luka agar bisa keluar bersama darah. Hal ini justru dapat berisiko menyebabkan pendarahan. Dalam perawatan medis, korban gigitan ular akan mendapatkan antivenom guna menetralkan pengaruh racun di dalam tubuh. Apabila ular yang mengigit kamu tidak berbisa, dokter akan memberikan terapi antibiotik dan serum antitetanus.

Bahaya Terlambat Menangani Gigitan Ular

Berbisa maupun tidak, gigitan ular perlu mendapatkan penangan yang tepat karena dapat menyebabkan dampak berbahaya seperti di bawah ini.

1. Hematotoksik

Bisa bersifat racun bagi darah sehingga menyebabkan pendarahan di tempat gigitan, paru, jantung, otak, gusi hingga saluran cerna. Bukan hanya itu, kamu bisa mengalami kencing darah serta gangguan pembekuan darah setelah di gigit ular yang memiliki bisa.

2. Kardiotoksik

Gejala yang timbul berupa penurunan tekanan darah, syok anafilaksis dan henti jnatung. Dampak di gigit ular ini memerlukan penangan medis dan pertolongan pertama sesegera mungkin.

3. Sindroma Kompartemen

Sindrom yang mengakibatkan terjadinya peningkatan tekanan dalam otot. Akibatnya pembuluh darah dan saraf bisa terjepit dan lama kelamaan otot bisa kekurangan oksigen sehingga menyebabkan kelumpuhan.

4. Neurotoksik

Bisa-bisa menyerang saraf sehingga menyebabkan penderita merasa kelemahan otot tubuh, kekakuan hingga kejang. Apabila menyerang saraf pernapasan, gigitan ular dapat menyebabkan penderita sulit bernapas dan dapat menyebabkan kematian.

5. Bengkak dan Infeksi

Penanganan pada gigitan ular yang tidak berbisa juga dapat menyebabkan infeksi jika tidak di lakukan dengan benar. Infeksi lebih berisiko terjadi jika kamu tidak membersihkan luka atau hanya membiarkannya tanpa penanganan apapun. Sekarang ini kamu tidak hanya berisiko tergigit ular saat berada di hutan atau di alam bebas, tetapi ular juga bisa memasuki area perkebunan dan pemukiman.